Update Data Kebencanaan Gempa Bumi Kabupaten Sikka Kamis, 3 September 2026 : Jumlah Kerusakan Rumah Warga Meningkat

@dmin 04 Sep 2026 19:44:26 dibaca : 181 x

Update Data Kebencanaan Gempa Bumi Kabupaten Sikka Kamis, 3 September 2026 : Jumlah Kerusakan Rumah Warga Meningkat

Maumere_sikkakab.go.id,- Data kebencanaan terbaru akibat gempa bumi tektonik 15 Agustus 2026 di Kabupaten Sikka mengalami perubahan signifikan, terutama jumlah kerusakan rumah warga. Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di BPBD Kabupaten Sikka dalam rilis data hari ini, Jumad (04/09/2026) menyebutkan dalam update data di 3 September 2026 tercatat adanya penambahan jumlah kerusakan rumah warga tahap kedua yang sangat melonjak.

Untuk diketahui, data kerusakan rumah warga dikategorikan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah rumah warga rusak yang sedang dilakukan verval oleh tim enumerator dengan jumlah sebanyak 4.248 unit yang terdiri dari rusak berat 939 unit, rusak ringan 2.457 unit, dan rusak sedang 852 unit. Jumlah ini sesuai dengan data pada 2 September 2026.

Tahap kedua adalah rumah warga yang sedang dilakukan pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) dengan total sebanyak 4.937 unit yang terdiri dari rusak berat 719 unit, rusak sedang 1.122, dan rusak ringan 3.096 unit. Dengan demikian total kerusakan rumah warga tahap satu dan tahap dua sebanyak 9.185 unit. 

Sementara data kebencanaan lain yang dirilis Media senter Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka tidak mengalami perubahan, antara lain jumlah warga terdampak gempa berjumlah 352.794 jiwa, dengan uraian 49% laki-laki dan 51% perempuan sama seperti data sebelumnya. 

Jumlah pengungsi Kabupaten Sikka posisi 3 September 2026 masih sama, yaitu 3.645 jiwa, yang terdiri dari 972 KK. Dari jumlah ini Pulau Palue masih menduduki jumlah terbanyak yaitu 3.340 jiwa dari 892 KK, menyusul Kangae 236 jiwa dari 60 KK, dan Kecamatan Nita 69 jiwa dari 20 KK.

Untuk Palue warga pengungsi tersebar di 3 posko, yaitu Posko Rokirole, posko Nitunglea, dan Posko Lidi. Pengungsi Kecamatan Nita tersebar di 2 posko, yaitu Posko Dusun Surajawa dan Posko Riit, sedangkan Kecamatan Kangae menyebar di 8 posko, yaitu Posko Habi, posko Meken Detung, Posko Teka Iku, Posko Watumilok, posko Langir, posko Tana Duen, Posko Watuliwung, dan posko Blata Tatin.

Sementara jumlah korban bertambah 1 orang dari hari sebelumnya menjadi 55 jiwa yang terdiri dari 6 orang meninggal dunia, luka berat 26 orang, dan luka ringan sebanyak 23 orang. 

Selain kerusakan rumah warga terdapat 291 unit fasilitas umum yang mengalami kerusakan, antara lain 75 unit bangunan pemerintah, 91 unit fasilitas kesehatan, 38 unit fasilitas pendidikan, 8 ruas jalan, 10 unit prasarana, dan 79 buah rumah ibadah.***

Butuh bantuan?