Kalak BPBD Sikka Paparkan Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Sikka
Maumere_sikkakab.go.id,- Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Yosef Rikardus mengikuti rapat konsolidasi percepatan penanganan darurat bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui zoom bersama Direktur Posko Pendamping Nasional, PIC posko sub satgas Bandara Frans Seda Maumere, dan BNPB Pusat. Zoom meeting berlangsung di Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka pada, Kamis (03/09/2026) pukul 13.00 sampai selesai.
Rapat konsolidasi ini menghadirkan tiga kepala pelaksana BPBD di Pulau Flores, yaitu Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Nagekeo. Kalak BPBD Kabupaten Sikka Petrus Poling Wairmahing atau Pet Poling pada zoom ini memaparkan sejumlah data kebencanaan dan penanganan darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka.
Data dan penanganan bencana yang dilaporkan meliputi:
1. Data jumlah pengungsi terkini per kecamatan/desa;
2. Data realisasi penerimaan bantuan logistik dan peralatan;
3. Data realisasi distribusi bantuan logistik dan peralatan;
4. Data kebutuhan riil logistik dan peralatan yang masih diperlukan; dan
5. Status serta masa berlaku Surat Keputusan Tanggap Darurat Bencana.
Di akhir pemaparan Pet Poling menyampaikan, distribusi bantuan logistik dan peralatan pada masa perpanjangan Tanggap Darurat ini lebih banyak disalurkan ke Palue karena tingkat kerusakan yang dialami sangat tinggi. Terkait data realisasi distribusi logistik menurut Pet Poling masih dalam proses dirapikan sambil menunggu Berita Acara serah terima dari kecamatan.
Kalak BPBD Kabupaten Sikka juga melaporkan bahwa jumlah pengungsi Kabupaten Sikka saat ini sebanyak 3.645 jiwa yang terdiri dari 972 KK, dengan jumlah terbanyak di Palue sebanyak 3.340 jiwa dari 892 KK. Sisanya tersebar di Kecamatan Nita dan Kecamatan Kangae.
"Pemkab Sikka terus menghimbau kepada para pengungsi untuk mulai meninggalkan lokasi pengungsian dan kembali ke rumah keluarga karena kondisi mulai membaik", kata Pet Poling.
Rapat konsolidasi ini sebagai agenda penting memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penanganan darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka sekaligus persiapan memasuki fase rekonstruksi dan rehabilitasi untuk mengurangi dampak dan kerugian yang dialami warga.***