Karya Kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Sikka dan Multi Pihak di Gempa Flores Agustus 2026
Maumere_sikkakab.go.id,- Dalam bencana Gempa Flores Agustus 2026 keterlibatan semua pihak terlihat dengan jelas dalam melakukan respon tanggap darurat untuk menolong para korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang melaksanakan mandat Undang undang melakukan tugasnya dengan memberikan ruang partisipasi masyarakat dalam karya bersama kemanusiaan kali ini.
Berbagai organisasi masyarakat sipil sudah beraksi sejak hari pertama mendukung pemerintah pusat dan daerah di semua kabupaten terdampak di Nusa Tenggara Timur. Secara khusus kolaborasi dan koordinasi itu dilakukan juga di Kabupaten Sikka.
Sehubungan dengan perjuangan bersama dalam penanggulangan bencana tersebut, digelar rapat koordinasi bersama anggota unsur Pengarah BNPB yang juga pendiri Humanitarian Forum Indonesia (HFI) , Pdt Victor Rembeth, BNPB, BPBD kabupaten Sikka, dan anggota HFI bertempat di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) pada, Rabu (02/09/2026).
Acara yang difasilitasi oleh Wakil Rektor 1 UNIMOF, Mohammad Fitri dihadiri oleh 7 anggota HFI yang melakukan respon di Kabupaten Sikka bersama dengan Palang Merah Indonesia dan Komunitas Fajar Sikka.
Informasi umum yang diberikan oleh Direktur Penanganan Darurat wilayah III BNPB, Nelwan Harahap dilengkapi dengan laporan kondisi kabupaten Sikkw oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Sikka, Muhammad Karim. Dalam pertemuan ini disepakati pembagian kerja Pemerintah Pusat dan Daerah dalam koordinasi respon lanjutan tanggap darurat di Kabupaten Sikka yang diperpanjang sampai tanggal 11 September 2026.
Beberapa hal yang dikerjakan bersama adalah melengkapi Kaji Kebutuhan Bersama (Joint Need Assesment) yang dikoordinir oleh Karitas KWI, serta Pos Koordinasi yang bertempat di UNIMOF. Juga penyiapan logistik yang melibatkan Mahasiswa/i UNIMOF bersama dengan Pemuda Katolik Keuskupan beserta dengan Pemuda Gereja Pos Terpadu Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) menambah manis kebersamaan respon kemanusiaan di Sikka.
Sekali lagi respon bencana menjadi ajang etalase kemanusiaan berbasis kerja antar pihak yang manis dan bisa menolong mengurangi penderitaan masyarakat terdampak. Anggota HFI yang hadir adalah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Karitas KWI, Dompet Dhuafa, Hujan Initiative, Rumah Zakat, Pos Terpadu GMIT/Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) , dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF).
Kerja bersama Pemerintah dan Masyarakat, antara lain Humanitarian Forum Indonesia dan berbagai pihak menunjukan prinsip-prinsip Penanggulangan Bencana yang diamanatkan Undang Undang 24/2007, yaitu Koordinasi dan Keterpaduan serta Kemitraan. Semangat dari prinsip-prinsip inilah yang menjadikan respon bencana dapat dilakukan sesuai dengan tujuan Penanggulangan Bencana yang diamanatkan yaitu, memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, risiko, dan dampak bencana melalui kegiatan yang terencana, terpadu, dan menyeluruh.***