Kepala BNPB Intruksikan Delapan Langkah Strategis Percepatan Penanganan Masyarakat Terdampak Gempa Bumi M7,7 Flores, NTT
Maumere_sikkakab.go.id,- Berdasarkan rilis yang diterima humas pemkab Sikka melalui akun Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. menginstruksikan delapan langkah strategis untuk mempercepat penanganan masyarakat terdampak gempa bumi M7,7 Flores, Nusa Tenggara Timur.
Penanganan diperkuat melalui pembentukan Posko Pendamping Nasional di Labuan Bajo, Posko Taktis di Maumere Kabupaten Sikka, Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma serta pembentukan posko darurat di daerah.
Dukungan logistik juga terus dimobilisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk memastikan bantuan menjangkau wilayah terdampak, operasi pencarian dan pertolongan diperkuat bersama Basarnas, TNI, Polri dan relawan. Pesawat, helikopter dan kapal laut dikerahkan untuk mendukung distribusi logistik sekaligus menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Penanganan terus dilakukan secara terpadu, termasuk percepatan pemulihan listrik, air bersih, BBM dan komunikasi yang ditargetkan dapat berfungsi normal secara terbatas dalam waktu 7 hari.
BNPB terus bergerak bersama seluruh unsur penanganan bencana untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan, bantuan, dan dukungan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.
Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Surya Putra, memberikan penjelasan terkait penempatan Pos Pendamping Nasional di Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, yang menjadi salah satu pusat pendistribusian bantuan logistik untuk wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.
Sehubungan dengan penempatan Pos Pendamping Nasional di Kabupaten Sikka, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Surya Putra sebagaimana dilansir media ini sebelumnya saat meninjau proses pendistribusian bantuan logistik di Posko BPBD Kabupaten Sikka, Senin (17/08/2026) menjelaskan, terdapat dua Pos Pendamping Nasional yang ditempatkan di kawasan bandara Frans Seda sebagai bagian dari strategi penanganan dan pendistribusian logistik bagi dua kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.* (Tim HPS)