Sendratari Toja Bobu Semarakan Festival Natar Sikka 2026
Natar Sikka_sikkakab.go.id,- Pagelaran Festival Natar Sikka ke-5 tahun 2026 kembali dilaksanakan di Desa Desa, Kecamatan Lela pada Rabu, (22/07/2026). Panggung pagelaran festival berlokasi di halaman Kantor Desa Sikka, sebelah utara situs Rohani bersejarah Gereja St. Ignasius Loyola dan Pastoran Paroki Sikka.
Festival ini awalnya bernama Festival Tama Natar Sikka, yang digagas oleh Karang Taruna Nibong Sikka bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sikka dan pertama digelar pada tahun 2022.
Sukses pada festival pertama dan kedua selanjutnya pagelaran ini diberi nama Festival Natar Sikka. Untuk pagelaran Festival Natar Sikka kelima yang mengusung tema “Celebration of Sikka and Portuguese folk culture”, ini Sendratari Toja Bobu menjadi ikon pementasan.
Sendratari warisan Portugis yang sudah berusia 400 tahun lebih ini tetap exist dan dijaga kelestariannya di Kampung Sikka sebagai warisan budaya bernilai tinggi. Tarian Bobu sebagai simbol dialog budaya yang menggambarkan relasi internasional antara Kabupaten Sikka dan Portugal sejak dahulu sampai sekarang.
Tarian ini juga menjadi bukti jejak Sejarah kehadiran Portugis di Flores, khususnya di Kampung Sikka. Selain Sendratari Toja Bobu festival ini juga menampilkan berbagai atraksi budaya yang menarik antara lain Tarian Tuku Tena yang menggambarkan karakter kehidupan Masyarakat Kampung Sikka sebagai nelayan dan pelaut, tarian jata kapa, Fashion Show, dan ragam tarian kreasi dan kontemporer yang dipentaskan oleh siswa-siswi SMPN Negeri Watu Pajung Sikka dan SMPK Bunga Fatima Lela, serta siswa-siswi SDK Sikka.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Mauritius Minggo atau Us Minggo saat membuka festival dan membacakan sambutan Bupati Sikka menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sikka atas terselenggaranya Festival Natar Sikka ke-5 tahun 2026 yang berlangsung di Desa Sikka, Kecamatan Lela.
“Dengan penuh rasa bangga, kami atas nama pemerintah daerah, menyampaikan selamat atas terselenggaranya Festival ini, Selamat datang kepada seluruh tamu dari berbagai kalangan, tamu mancanegara dari Portugal, Bem Vindos Ao Festival de Natar Sikka, juga kepada Pemerintah Provinsi dan semua kita yang telah berkenan hadir”, kata Us Minggo.
Pada kesempatan ini Us Minggo mengungkapkan bahwa festival ini bukan sekedar pertunjukan Seni budaya dan hiburan semata, tapi sebagai ruang untuk merawat jati diri, memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada dunia, sekaligus membangun persahabatan antar bangsa.
“Melalui festival ini kita juga ingin menujukan bahwa kabupaten Sikka memiliki warisan budaya yang hidup, memiliki jejak sejarah yang tidak mudah kita lupakan. Festival ini membangkitkan kenangan akan masa lalu. Bahwa di tempat ini, di bibir pantai kampung Sikka ini, angin masih bercerita tentang masa silam.
Ketika kapal-kapal berlayar dari jauh, memecah hening samudra, layar-layar putih mengembang membawa kisah bangsa penakluk dari ujung barat benua seberang, tentang kisah penjelajahan”, kata Us Minggo. Lebih lanjut Us Minggo menggambarkan bahwa melalui festival ini kita akan tahu tentang Jejak karavel; kapal layar kecil ditengah kampung pesisir, Kisah tentang pendidikan dan sekolah, Kesehatan dan Rumah sakit dan asrama, kisah tentang jangkar para pedagang, pelaut, dan tentang para misionaris yang membawa misi agama dan kemanusiaan, tentang langkah yang tertinggal dalam setiap dentang lonceng dan gaya Arsitek gereja tua St. Ignatis Loyola.
Menurut Us Minggo, ratusan tahun sudah bangunan ini bediri megah di tengah kampung ini. Jejak sejarah itu, kata kadis pariwisata, masih terpatri dalam sisa-sisa peninggalan regalia kerajaan, cagar budaya Lepo Gete atau rumah raja yang beberapa tahun silam telah hancur di tempa angin dan arus tsunami, namun warisan budaya lain , Logu Senhor, patung Meninu dan tarian indah Drama Tari Toja Bobu; Prinseja dan Mascador yang masih tetap ada, dengan peninggalan doa –doa tua bergema dari lisan ke lisan.
“Warisan lima abad yang terjaga menjadi jembatan spiritual budaya yang sakral, saksi iman yang tak lekang oleh masa”, kata Us Minggo. Group Tarian Portugis Batal Hadir
Sebelum Festival Natar Sikka digelar sudah diberitakan bahwa Viras do tio Xico, sebuah grup tarian dari Portugis akan hadir di Kampung Sikka untuk berpartisipasi dan memeriahkan festival ini.
Mereka akan menampilkan beberapa atraksi dalam festival Natar Sikka 2026 ini. Sesuai rencana tamu dari Portugis ini tiba di Kampung Sikka pada Rabu siang, 22 Juli 2022. Panitia Bersama pemerintah desa Sikka sudah menyiapkan akomodasi bagi para tamu ini selama berada di Kampung Sikka.
Rombongan penari Portugis yang berjumlah 23 orang ini akhirnya batal ke Kampung Sikka setelah penerbangan dari Kupang ke Larantuka, Flores Timur cancel karena erupsi Lewotobi. Rombongan penari Portugis ini akhir merubah rute penerbangan melalui Ende dan akan tiba di Kampung Sikka pada Jumad, 24 Juli 2026 selanjutnya menggelar tarian mereka di Halaman Gereja St. Ignasius Loyola Sikka.
Turut hadir dalam acara ini perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Kadis Perindag Koperasi, dan UKM Kabupaten Sikka Valerianus Samador, Camat Lela Konstantinus Saru, Pastor Paroki Sikka RD. Feliks Dari, Pater Willem Juley, SVD, Pater Ansel Doredae, SVD, Pj. Kepala Desa Sikka Anis Mitang, tokoh Masyarakat, tokoh adat, massyarakat desa Sikka, dan tamu undangan lainnya.* (Tim HPS)