Pemkab Sikka Resmi Luncurkan E- Retribusi Parkir, Era Baru PAD Digital Dimulai
Maumere_sikkakab.go.id,- Pemerintah Kabupaten Sikka secara resmi memulai era baru pengelolaan aset daerah dengan meluncurkan Penerapan E- Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum.
Peluncuran ini berlangsung di Pusat Pertokoan Depan Pasar Tingkat Maumere pada, Selasa (12/05/2026). Inovasi ini menandai transformasi pelayanan publik konvensional menuju sistem digital yang transparan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen Bupati : Transparansi dan Budaya Baru
Dalam sambutannya, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah secara mandiri.
"Sistem ini dirancang untuk meminimalisasi kebocoran pendapatan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan.
Kita ingin memastikan setiap rupiah retribusi yang dibayarkan masyarakat benar-benar kembali untuk pembangunan Sikka," ujar Bupati Juventus.
Beliau juga menekankan pentingnya perubahan budaya kerja bagi para juru parkir agar lebih profesional dan memiliki etika pelayanan yang tinggi.
Bupati Sikka juga mengingatkan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada dukungan semua pihak, mulai dari DPRD, Forkopimda, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam meminta struk resmi saat parkir.
Pengawasan Ketat 24 Jam PT. FTF Globalindo:
Pimpinan PT. FTF Globalindo menjelaskan bahwa implementasi tahap awal ini mencakup infrastruktur digital yang solid di lapangan. Sistem telah aktif di 24 titik lokasi yang tersebar di 14 ruas jalan utama Kota Maumere.
Keamanan Kamera: Sistem ini didukung oleh 18 unit CCTV yang memantau aktivitas secara terus-menerus guna menjamin keamanan dan akurasi data.
Kesiapan SDM: Sebanyak 34 juru parkir telah dilatih dan dilengkapi dengan atribut resmi serta perangkat handheld untuk transaksi.
Metode Pembayaran: Selain tunai, masyarakat didorong menggunakan Kartu Member Bulanan (Motor Rp50.000, Mobil Rp100.000) dan ke depannya akan diintegrasikan dengan sistem QRIS.
Pusat Kendali : Seluruh data transaksi dan posisi juru parkir terpantau secara real-time melalui dashboard di Control Room yang berlokasi di Taman Tsunami.
Pengawasan dari Dinas Perhubungan :
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satryawan menambahkan bahwa langkah ini adalah bagian dari penataan ruang publik yang lebih tertib.
"Dinas Perhubungan akan bertindak sebagai pengawas lapangan untuk memastikan bahwa juru parkir menjalankan tugas sesuai SOP dan tidak ada pungutan liar di luar sistem digital yang telah ditetapkan", tegas Yohanes Emil Satryawan.
Lebih lanjut Emil Satryawan mengarakan bahwa Kolaborasi ini memudahkan evaluasi kemacetan dan pola parkir di titik-titik padat perdagangan.
Sinergi dan Keberlanjutan :
Bupati Sikka mengingatkan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada dukungan semua pihak, mulai dari DPRD, Forkopimda, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam meminta struk resmi saat parkir.
Turut hadir dalam acara tersebut Forkompinda, para pimpinan perangkat daerah, pimpinan beserta jajaran PT. FTF Globalindo, para pemilik toko dan masyarakat.* (N)
Peluncuran ini berlangsung di Pusat Pertokoan Depan Pasar Tingkat Maumere pada, Selasa (12/05/2026). Inovasi ini menandai transformasi pelayanan publik konvensional menuju sistem digital yang transparan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen Bupati : Transparansi dan Budaya Baru
Dalam sambutannya, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah secara mandiri.
"Sistem ini dirancang untuk meminimalisasi kebocoran pendapatan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan.
Kita ingin memastikan setiap rupiah retribusi yang dibayarkan masyarakat benar-benar kembali untuk pembangunan Sikka," ujar Bupati Juventus.
Beliau juga menekankan pentingnya perubahan budaya kerja bagi para juru parkir agar lebih profesional dan memiliki etika pelayanan yang tinggi.
Bupati Sikka juga mengingatkan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada dukungan semua pihak, mulai dari DPRD, Forkopimda, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam meminta struk resmi saat parkir.
Pengawasan Ketat 24 Jam PT. FTF Globalindo:
Pimpinan PT. FTF Globalindo menjelaskan bahwa implementasi tahap awal ini mencakup infrastruktur digital yang solid di lapangan. Sistem telah aktif di 24 titik lokasi yang tersebar di 14 ruas jalan utama Kota Maumere.
Keamanan Kamera: Sistem ini didukung oleh 18 unit CCTV yang memantau aktivitas secara terus-menerus guna menjamin keamanan dan akurasi data.
Kesiapan SDM: Sebanyak 34 juru parkir telah dilatih dan dilengkapi dengan atribut resmi serta perangkat handheld untuk transaksi.
Metode Pembayaran: Selain tunai, masyarakat didorong menggunakan Kartu Member Bulanan (Motor Rp50.000, Mobil Rp100.000) dan ke depannya akan diintegrasikan dengan sistem QRIS.
Pusat Kendali : Seluruh data transaksi dan posisi juru parkir terpantau secara real-time melalui dashboard di Control Room yang berlokasi di Taman Tsunami.
Pengawasan dari Dinas Perhubungan :
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satryawan menambahkan bahwa langkah ini adalah bagian dari penataan ruang publik yang lebih tertib.
"Dinas Perhubungan akan bertindak sebagai pengawas lapangan untuk memastikan bahwa juru parkir menjalankan tugas sesuai SOP dan tidak ada pungutan liar di luar sistem digital yang telah ditetapkan", tegas Yohanes Emil Satryawan.
Lebih lanjut Emil Satryawan mengarakan bahwa Kolaborasi ini memudahkan evaluasi kemacetan dan pola parkir di titik-titik padat perdagangan.
Sinergi dan Keberlanjutan :
Bupati Sikka mengingatkan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada dukungan semua pihak, mulai dari DPRD, Forkopimda, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam meminta struk resmi saat parkir.
Turut hadir dalam acara tersebut Forkompinda, para pimpinan perangkat daerah, pimpinan beserta jajaran PT. FTF Globalindo, para pemilik toko dan masyarakat.* (N)