Bertemu Tim BGN, Bupati Sikka Tekankan Utamakan Pangan Lokal Untuk Program Pemenuhan Gizi di Kabupaten Sikka
Maumere_sikkakab.go.id,- Bupati Sikka melakukan pertemuan intensif dengan perwakilan Tim Badan Gizi Nasional (BGN) guna membahas sinkronisasi program nasional di daerah.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Sikka pada, Senin (11/05/2026) ini difokuskan pada pemetaan wilayah sasaran serta penguatan peran pangan lokal dalam mendukung program pemenuhan gizi di Kabupaten Sikka.
?
?Salah satu poin utama yang ditekankan Bupati Sikka dalam pertemuan tersebut adalah penggunaan potensi pangan lokal sebagai menu sajian utama program.
Beliau menginstruksikan agar bahan makanan tidak didatangkan dari luar daerah, melainkan memberdayakan hasil bumi dari petani dan nelayan lokal.
?"Saya minta menu sajian yang diberikan nanti wajib memasukkan potensi lokal Sikka. Kita punya ikan yang melimpah, jagung, kacang-kacangan, dan sayuran segar.
Dengan menggunakan pangan lokal, kita tidak hanya menjamin kesegaran gizi bagi anak-anak, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat kita sendiri," tegas Bupati.
?
?Selain urusan menu, Bupati juga menyoroti pentingnya pemetaan ulang (mapping) titik distribusi program. Hal ini menyusul adanya perkembangan wilayah (aglomerasi) di beberapa kecamatan yang membuat data lama perlu diperbarui agar penyaluran gizi lebih akurat.
?Evaluasi juga dilakukan terhadap wilayah lainnya seperti Wolowiro, Moko, Nitakloang, dan Doreng untuk memastikan jangkauan program merata hingga ke pelosok desa tanpa ada wilayah yang terlewatkan.
?Bupati Sikka kembali menegaskan bahwa setiap program strategis yang masuk ke Sikka harus membawa dampak ekonomi nyata bagi putra daerah. Beliau meminta Tim BGN untuk memprioritaskan keterlibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal dalam operasional di lapangan.
?"Masyarakat lokal harus dilibatkan secara aktif, jangan hanya menjadi penonton. Saya ingin pengusaha kita yang bergerak agar perputaran uang tetap di Sikka."pungkasnya.* (AST)
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Sikka pada, Senin (11/05/2026) ini difokuskan pada pemetaan wilayah sasaran serta penguatan peran pangan lokal dalam mendukung program pemenuhan gizi di Kabupaten Sikka.
?
?Salah satu poin utama yang ditekankan Bupati Sikka dalam pertemuan tersebut adalah penggunaan potensi pangan lokal sebagai menu sajian utama program.
Beliau menginstruksikan agar bahan makanan tidak didatangkan dari luar daerah, melainkan memberdayakan hasil bumi dari petani dan nelayan lokal.
?"Saya minta menu sajian yang diberikan nanti wajib memasukkan potensi lokal Sikka. Kita punya ikan yang melimpah, jagung, kacang-kacangan, dan sayuran segar.
Dengan menggunakan pangan lokal, kita tidak hanya menjamin kesegaran gizi bagi anak-anak, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat kita sendiri," tegas Bupati.
?
?Selain urusan menu, Bupati juga menyoroti pentingnya pemetaan ulang (mapping) titik distribusi program. Hal ini menyusul adanya perkembangan wilayah (aglomerasi) di beberapa kecamatan yang membuat data lama perlu diperbarui agar penyaluran gizi lebih akurat.
?Evaluasi juga dilakukan terhadap wilayah lainnya seperti Wolowiro, Moko, Nitakloang, dan Doreng untuk memastikan jangkauan program merata hingga ke pelosok desa tanpa ada wilayah yang terlewatkan.
?Bupati Sikka kembali menegaskan bahwa setiap program strategis yang masuk ke Sikka harus membawa dampak ekonomi nyata bagi putra daerah. Beliau meminta Tim BGN untuk memprioritaskan keterlibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal dalam operasional di lapangan.
?"Masyarakat lokal harus dilibatkan secara aktif, jangan hanya menjadi penonton. Saya ingin pengusaha kita yang bergerak agar perputaran uang tetap di Sikka."pungkasnya.* (AST)