Dukung Petani Kakao Sejahtera, Farmer Field Day Digelar
Nita_sikkakab.go.id,- Farmer Field Day (FFD) atau Hari Temu Lapang adalah momentum pembelajaran.
Ia bukan sekedar ada acara, tetapi peluang untuk mengukir masa depan petani kakao. Bahwa petani kakao Flores harus naik kelas.
Yakni mesti ada harapan buat hidup keluarga dan masa depan generasi muda yang datang berkat kakao.
Pikiran di atas ini disampaikan oleh Roy Adinanta, Direktur PT. CMA 69 (Celebes Makmur Abadi), dalam sambutannya pada pembukaan acara / kegiatan FFD yang diadakan di lapangan Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Selasa (05/05/2026).
FFD digelar dengan tema PETANI KAKAO NAIK KELAS.
Naik kelas yang dimaksud di sini adalah bahwa harga pasar kakao saat ini tinggi, sehingga mampu menjadi andalah hidup keluarga petani kakao.
Harga tinggi itu terjadi karena kualitas biji kakao yang dihasilkan petani memang bermutu tinggi, memenuhi standar mutu kakao ekspor.
"Maka FFD ini diselanggarakan agar para petani saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman bagaimana menangani kakao dari proses penanaman hingga produksi, panen dan pasca panen," imbuh Roy.
PT. CMA 69 adalah perusahaan pemegang sertifikat Program Rain Forest Alliance. Perusahaan ini bermitra dengan PT. Cargill Chocolate Indonesia yang mengelola pabrik coklat di Surabaya. PT. CMA 69 adalah pembeli kakao petani.
PT. CMA 69 juga bermitra dengan PT. Inara (Indo Agro Nusantara Raya).
"PT Inara bertugas sebagai pendamping dan pembina petani di lapangan," jelas Karel Elchyara, koordinator area Flores PT. Inara.
Acara FFD ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, dengan dihadiri Anggota Forkompimda Sikka, Plt. Kadistan, Plt. Kadis PMD, utusan Distan NTT, para petani kakao dan para tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan desa setempat.*
(A)
Ia bukan sekedar ada acara, tetapi peluang untuk mengukir masa depan petani kakao. Bahwa petani kakao Flores harus naik kelas.
Yakni mesti ada harapan buat hidup keluarga dan masa depan generasi muda yang datang berkat kakao.
Pikiran di atas ini disampaikan oleh Roy Adinanta, Direktur PT. CMA 69 (Celebes Makmur Abadi), dalam sambutannya pada pembukaan acara / kegiatan FFD yang diadakan di lapangan Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Selasa (05/05/2026).
FFD digelar dengan tema PETANI KAKAO NAIK KELAS.
Naik kelas yang dimaksud di sini adalah bahwa harga pasar kakao saat ini tinggi, sehingga mampu menjadi andalah hidup keluarga petani kakao.
Harga tinggi itu terjadi karena kualitas biji kakao yang dihasilkan petani memang bermutu tinggi, memenuhi standar mutu kakao ekspor.
"Maka FFD ini diselanggarakan agar para petani saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman bagaimana menangani kakao dari proses penanaman hingga produksi, panen dan pasca panen," imbuh Roy.
PT. CMA 69 adalah perusahaan pemegang sertifikat Program Rain Forest Alliance. Perusahaan ini bermitra dengan PT. Cargill Chocolate Indonesia yang mengelola pabrik coklat di Surabaya. PT. CMA 69 adalah pembeli kakao petani.
PT. CMA 69 juga bermitra dengan PT. Inara (Indo Agro Nusantara Raya).
"PT Inara bertugas sebagai pendamping dan pembina petani di lapangan," jelas Karel Elchyara, koordinator area Flores PT. Inara.
Acara FFD ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, dengan dihadiri Anggota Forkompimda Sikka, Plt. Kadistan, Plt. Kadis PMD, utusan Distan NTT, para petani kakao dan para tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan desa setempat.*
(A)