Bupati Sikka Terima Kunjungan Tur Wisata Literasi SDI St. Yosef Maumere, Dorong Budaya Baca Sejak Dini
Maumere_sikkakab.go.id,- Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menerima kunjungan peserta Tur Wisata Literasi dari SDI St. Yosef Maumere di ruang kerjanya, Jalan El Tari Nomor 2 Maumere, Rabu (29/04/2026).
Kunjungan edukatif ini diikuti oleh 30 siswa-siswi dari kelas III hingga kelas VI, yang didampingi oleh tiga orang guru.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat budaya literasi sejak usia dini melalui pembelajaran langsung di luar kelas.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati yang akrab disapa JPYK menyampaikan apresiasi kepada para guru SDI St. Yosef Maumere yang telah menginisiasi dan menjalankan Gerakan 30 Menit Membaca sebelum jam pelajaran dimulai.
Menurutnya, kebiasaan membaca merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.
“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana memahami informasi dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian juga numerasi, yang berkaitan dengan kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah,” ujar Bupati JPYK di hadapan para siswa.
Ia menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi harus dimulai sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sikka.
Kegiatan kunjungan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara Bupati dengan para siswa dan guru.
Dalam sesi tersebut, Bupati memberikan sejumlah pertanyaan seputar pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan.
Siswa-siswi yang berhasil menjawab dengan baik mendapatkan apresiasi khusus, termasuk kesempatan untuk duduk di kursi Bupati sebagai bentuk motivasi dan inspirasi.
Usai pertemuan dengan Bupati, para peserta melanjutkan rangkaian kegiatan Tur Wisata Literasi dengan menggelar aktivitas membaca dan bertutur di Aula Frans Seda, Kabupaten Sikka.
Dalam kegiatan ini, siswa-siswi tampak antusias membaca buku pilihan mereka, kemudian secara bergiliran menceritakan kembali isi bacaan di hadapan teman-temannya.
Kegiatan bertutur ini tidak hanya melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap isi bacaan serta kemampuan berkomunikasi.
Para guru pendamping memberikan arahan dan motivasi agar siswa mampu menyampaikan cerita dengan baik, runtut, dan menarik.
Keceriaan dan semangat belajar terpancar dari para siswa sepanjang kegiatan berlangsung.
Para guru pendamping pun menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Bupati Sikka serta kesempatan belajar langsung yang sangat berharga bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat literasi tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga berkembang menjadi budaya berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif.
Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka dalam memperkuat ekosistem literasi dan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kunjungan edukatif ini diikuti oleh 30 siswa-siswi dari kelas III hingga kelas VI, yang didampingi oleh tiga orang guru.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat budaya literasi sejak usia dini melalui pembelajaran langsung di luar kelas.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati yang akrab disapa JPYK menyampaikan apresiasi kepada para guru SDI St. Yosef Maumere yang telah menginisiasi dan menjalankan Gerakan 30 Menit Membaca sebelum jam pelajaran dimulai.
Menurutnya, kebiasaan membaca merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.
“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana memahami informasi dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian juga numerasi, yang berkaitan dengan kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah,” ujar Bupati JPYK di hadapan para siswa.
Ia menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi harus dimulai sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sikka.
Kegiatan kunjungan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara Bupati dengan para siswa dan guru.
Dalam sesi tersebut, Bupati memberikan sejumlah pertanyaan seputar pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan.
Siswa-siswi yang berhasil menjawab dengan baik mendapatkan apresiasi khusus, termasuk kesempatan untuk duduk di kursi Bupati sebagai bentuk motivasi dan inspirasi.
Usai pertemuan dengan Bupati, para peserta melanjutkan rangkaian kegiatan Tur Wisata Literasi dengan menggelar aktivitas membaca dan bertutur di Aula Frans Seda, Kabupaten Sikka.
Dalam kegiatan ini, siswa-siswi tampak antusias membaca buku pilihan mereka, kemudian secara bergiliran menceritakan kembali isi bacaan di hadapan teman-temannya.
Kegiatan bertutur ini tidak hanya melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap isi bacaan serta kemampuan berkomunikasi.
Para guru pendamping memberikan arahan dan motivasi agar siswa mampu menyampaikan cerita dengan baik, runtut, dan menarik.
Keceriaan dan semangat belajar terpancar dari para siswa sepanjang kegiatan berlangsung.
Para guru pendamping pun menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Bupati Sikka serta kesempatan belajar langsung yang sangat berharga bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat literasi tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga berkembang menjadi budaya berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif.
Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sikka dalam memperkuat ekosistem literasi dan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.