Gubernur NTT Tinjau Kompetensi Bahasa Jepang di STIKes St. Elisabeth Keuskupan  Maumere

Admin SIKKA 20 Apr 2026 01:11:38 dibaca : 7 x

Gubernur NTT Tinjau Kompetensi Bahasa Jepang di STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere

Maumere_sikkakab.go.id,- Kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, ke STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere pada Jumat (17/04/2026) menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan dan kesiapan kerja internasional.

Gubernur yang akrab disapa Melki Laka Lena tiba di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 16.00 WITA dan disambut oleh Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, serta unsur Forkopimda seperti perwakilan Kapolres, Dandim, dan Kejaksaan Negeri Sikka.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Gubernur bersama rombongan meninjau langsung program pembelajaran bahasa Jepang di lingkungan STIKes St. Elisabeth.

Program ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global, khususnya untuk peluang kerja di luar negeri.

Mediatrix Santi Gaharpung, mewakili Rektor STIKes St. Elisabeth dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Gubernur.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini STIKes St. Elisabeth memiliki 643 mahasiswa yang tersebar di tiga program studi, yakni D3 Keperawatan, Sarjana Fisioterapi, dan Sarjana Informatika Medis.

Mediatrix juga mengatakan, Untuk mendukung lulusan yang berkompeten dan berdaya saing, kampus telah memasukkan pembelajaran bahasa asing—Inggris, Jerman, dan Jepang—ke dalam kurikulum.

"Khusus untuk bahasa Jepang, STIKes bekerja sama dengan LPK Wusubu. Hingga saat ini, tercatat 28 lulusan telah berhasil bekerja di Jepang melalui program tersebut", kata Mediatrix

Selain itu, Mediatrix juga menyampaikan bahwa saat ini tengah dilakukan pembangunan tambahan fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium Fisioterapi dan Informatika Medis, serta perpustakaan.

Mereka berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT guna memperlancar proses pembangunan tersebut.

Direktur Rekrutmen dan Partnership LPK Wusubu, Yovani Maria Franchis, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan pemerintah daerah.

Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus membangun kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri, guna membuka peluang lebih luas bagi generasi muda NTT.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, turut mengapresiasi kehadiran LPK Wusubu yang dinilai telah membuka jalan bagi anak-anak daerah untuk bekerja di luar negeri.

Ia juga menyampaikan bahwa ke depan, program beasiswa akan difokuskan kepada keluarga miskin ekstrem.

Untuk itu, pihaknya meminta STIKes mendata mahasiswa dari desil 1 hingga 5 agar dapat menerima bantuan pendidikan tersebut.

Sementara itu, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada LPK Wusubu yang telah berkontribusi dalam mengantarkan generasi muda NTT bekerja di Jepang.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan bagi calon tenaga kerja migran.

Menurutnya, pemerintah kini telah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tenaga migran, yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai pelatihan, kursus bahasa, hingga kebutuhan persiapan keberangkatan ke luar negeri.

Program ini diharapkan mampu meringankan beban calon pekerja migran, sehingga mereka tidak lagi terkendala biaya saat ingin meningkatkan kompetensi.

Gubernur mendorong LPK Wusubu untuk berperan aktif dalam memfasilitasi akses KUR tersebut, sehingga semakin banyak anak muda NTT yang dapat memperoleh kesempatan kerja di luar negeri secara legal, terampil, dan berdaya saing tinggi.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pimpinan perangkat daerah Provinsi dan Kabupaten, antara lain Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Kepala Dinas PUPR, Kepala Biro Umum, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Kepala Dinas Kearsipan Kabupaten Sikka, Kepala Dinas Nakertrans, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka, serta para dosen dan civitas akademika STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere.
Butuh bantuan?