Tempora Mutantur Etnos Mutamur in Illis: 125 Tahun SDK Lela 1

Dibaca 133 kali Administrator Senin, 15 April 2024 - 09:52:52 WITA Berita

sikkakab.go.id,- "SDK Lela 1 Lepo Gete Dang Gahar,  Lepo Bisa Woga Ngasiang Dena Biang Sawe Dadi Gete Gahar Saing Enahung, Da'a  Te'i Sape Dudeng Dading. Kamang Benjer Seu Santo Ei Amapu Mai Benu Nebus Nora Lepo Bisa Woga Ngasiang SDK Lela 1 Da'a Dudeng Dading, Amen". 

Inilah penggalan syair Sara Sikka yang dikumandangkan oleh J. Selsius, alumni lembaga pendidikan ini saat penyambutan dan pengalungan Penjabat Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera dan tamu undangan pada puncak acara HUT ke-125 SDK Lela 1 di pelataran Gereja St. Maria Imakulata Lela pada Minggu, 14 April 2024. Secara sederhana syair penyambutan di atas artinya "SDK Lela 1, istana megah, gudang ilmu pengetahuan yang mencerdaskan dan melahirkan sosok-sosok hebat bagi dunia. Semoga berkat surgawi Tuhan menyertainya sampai keabadian". 

Jika dikaitkan dengan pepatah Latin "Tempora Mutantur Etnos Mutamur in Illis", yang bermakna "Waktu Berubah Dan Kita pun Turut Berubah Di Dalamnya", maka sepintas bisa saja ada keterkaitan makna. Bahwa pada dasarnya ada dimensi relasi antara waktu, manusia, dan perubahan. Bahwa manusia dengan  karakter dinamisnya akan berubah dalam rotasi waktu, yaitu menjadi hebat, besar, dan spektakuler.

Dan satu dimensi yang menjadikan ia berubah adalah melalui dunia pendidikan.  Maka peringatan HUT ke-125 SDK Lela 1 tidak hanya semata sisi seremonial semata tapi mengandung makna sejarah peradaban tinggi yang merubah martabat manusia. Menjadi catatan khusus dan istimewa bahwa peringatan HUT ke-125 SDK Lela 1 menjadi momentum untuk mengenang kembali Lela sebagai pusat karya misi greja katolik Flores dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pembinaan iman sejak akhir abad ke-18 sejak kehadiran para misionaris Serikat Jesus. 

Keistimewaan dari aspek historis adalah peringatan 125 tahun ini dirayakan di paroki tua yang telah  berusia 131 tahun, di Aula pastoran lama yang berusia 129 tahun, dan gereja tua yang telah berusia 117 tahun. Dari tahun pendirian sebenarnya SDK Lela 1 yang berawal dari standaardschool ini sudah berusia 127 tahun karena didrikan pada tahun 1897. Namun catatan administrasi sekolah tertera tahun 1899 maka tercatat 125 tahun, namun demikian tidak mengurangi makna historisnya. 

Untuk peringatan HUT ke-125 SDK Lela 1 di tahun 2024 ini diawali dengan perayaan ekaristi di Greja Tua  St. Maria Imakulata Lela. Perayaan ekaristi yang dimulai pukul 15.00 ini dhadiri sekitar 500 orang lebih orang yang terdiri dari umat paroki Lela, para siswa dan pendidik serta pegawai SDK Lela 1, orang tua siswa, kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka Germanus Goleng, S.Sos, anggota DPRD Sikka Charles Luasa dan Herlindis Donata Da Rato, dan para alumni yang tersebar di berbagai wilayah, salah satunya Penjabat Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera, alumni SDK Lela 1 tahun 1985.

Perayaan ekaristi yang dimeriahkan oleh koor siswa-siswi SDK Lela 1 ini dipimpin oleh RD Gabriel Idrus, Vikjen Bajawa, Keuskupan Agung Ende yang juga alumni SDK Lela 1 bersama imam konselebran yang terdiri dari pastor paroki Lela RD Arkadius Dhosa,  romo alumni yaitu  RD Yoseph Eliseus Parera. Dalam homilinya RD Gabriel Idrus menyampaikan Greja katolik yang terstruktur secara  baik, kokoh, dan solid yang berpusat pada kristus  mengilhami pemimpinya harus menjadi sebagai pelayan. 

Dengan demikian HUT ke-125 SDK Lela 1 harus menggerakan kita untuk melakukan perubahan melalui pendidikan sebagai lembaga yang bernafaskan nilai katolik. Dengan demikian menurut RD Idrus tugas kita adalah merubah orang yang Belum terdididik menjadi terdidik,  belum trampil menjadi trampil dan secara  holistik menyatukan  pengetahuan, karakter, moral dan nilai katolik. Dalam homili ini RD Idrus juga menggerakan semangat guru SDK Lela 1 harus menjadi tokoh kunci untuk membentuk karakter siswa yang berjiwa displin, bijaksana, dan membentuk pengendalian diri siwa yang kuat. Setelah ekaristi meriah dilanjutkan dengan resepsi, dan acara hiburan di Gedung Aula Paroki Lela. 

Atraksi diawali dengan pentasan teater Nibong Aur Merang  Li'ang Pu'ang Wair Matang yang diseting dalam bentuk story telling tentang sejarah perjalanan SDK Lela 1 yang disutradarai oleh "Sang Penutur", Alvares Keupung yang juga sebagai Composer Mars SDK Lela 1 yang dikumandangkan dengan gegap gempita oleh para siswa dan undangan di sela-sela acara ini.  Acara lainnya berupa  hiburan yang dipentaskan  oleh para siswa, dan lelang lagu dalam rangka kontribusi pengembangan sekolah. Ada lagi ungkapan warna sari testimony para alumni per angkatan.

Ivolitus Hubertus, Ketua Pelaksana Panitia HUT Ke-125 SDK Lela 1 dalam laporannya menggambarkan  tentang panitia yang sudah terbentuk sejak September 2023. Menurut  Ivo Wedo, sapaan ketua panitia HUT,  pantia ini tidak saja berfokus pada acara tapi juga penyelesaian hal-hal penting seperti masalah tanah, gedung, dll. Sementara Penjabat Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera saat sambutannya mengungkapkan peristiwa 125 tahun ini harus disyukuri, dengan makna  dimensi waktu yang terus  berputar kemarin, hari ini, dan esok.

Beliau juga menggambarkan pengalaman bersama para guru dan siswa dengan segala keunikan yang dialami selama mengenyam pendidikan di lembaga ini dan memberikan nilai tersendiri baginya. Harapanya agar  lembaga pendidikan  ini  hari esok harus lebih baik dari hari ini dan kemarin. Sementara mewakili para alumni Charles Luasa yang juga anggota DPRD Kabupaten Sikka menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah melalui Dinas PKO Kabupaten Sikka mendukung pengembangan fisik bangunan sekolah-sekolah di Kecamatan Lela karena status tanah semuanya sudah bersertifikat.  Beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemkab Sikka yang sudah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi SDK  Lela 1 pada tahun 2024 ini. 


Pergeseran Waktu Peringatan

Terkait peringatan HUT Ke-125 SDK Lela 1 ini panitia yang terdiri dari para alumni, para guru, pemerhati pendidikan, dan orang tua murid telah terbentuk dan bekerja sejak September 2023. Wakil ketua panitia Mikhael Angelus saat ditemui media ini mengatakan Peringatan HUT ini sebenarnya dirayakan pada 18 Pebruari 2024 sesuai tanggal pendirian 125 tahun lalu namun moment tersebut masih dalam kesibukan pemilu maka perayaan ini tidak bisa diselenggarakan sehingga disepakati 14 April 2024.

"Pada tanggal 18 Pebruari 2024 lalu perigatan ini dilaksanakan secara sederhana dengan perayaan ekaristi dan resepsi sederhana oleh para guru, murid dan orang tua murid sambil tetap mempersiapkan puncak peringatan hari ini", ungkap Wakil ketua panitia yang akrab dipanggil Micky.  Kesuksesan peringatan secara meriah ini didukung oleh orang tua siswa dan para guru, para alumni yang tersebar di berbagai wilayah baik dalam wilayah Kabupaten Sikka dan luar kabupaten Sikka, pastor paroki, dan umat. Koordinator Seksi Acara Arnoldus Doreng Conterius  saat ditemui media ini menjelaskan bahwa  rangkaian acara perayaan 125 tahun ini diawali dengan kegiatan bakti sosial  pembersihan lingkungan  di Sanctuarium Wisung Fatima dan gereja pada tanggal 12 April 2024.

Dan pada Sabtu 13 April 2024 dilanjurkan dengan Jalan Sehat mengelilingi kampung Lela yang dimeriahkan dengan atraksi Drum Band SDK Lela 1. Tema peringatan yang menjadi spirit perayaan HUT Ke-125 SDK Lela 1 adalah  “MENJADI TAMAN PENDIDIKAN KATOLIK MILENIAL MUDA YANG CERDAS, INOVATIF, BERKARAKTER, MANDIRI DAN BERDAYA SAING MAJU”. 
Tema ini menjadi misi lembaga pendidikan ini dengan memadukan secara holistik spirit iman katolik yang menjadi dasar pembentukan karakter, kecerdasan, inovasi, kemandirian, dan berdaya saing bagi kaum muda di era milenial. 


SDK Lela 1 Sebagai Lembaga Pendidikan Tua Flores

SDK Lela 1 bermula dari Standaardschool Lela. Lembaga pendidikan bersejarah ini didirikan pada 18 Pebruari 1897 oleh Pater Edmundus Sybrandus Luypen  SJ. Standaardschool Lela merupakan sekolah resmi pertama di wilayah Sikka yang menerapkan kurikulum berbasis Eropa. Pater Edmundus menjadikan Standaardschool Lela ini sebagai sentra sekaligus model bagi pengembangan pendidikan modern di Flores. Setahun setelah mendirikan Standaardschool Lela ia kemudian diangkat menjadi vikaris apostolik (Uskup) Jakarta pada Mei 1898. 
Sebelum tahun 1908, dalam catatan Buletin Analecta 99, sekolah-sekolah resmi di wilayah Sunda Kecil khususnya NTT hanya terdapat di Larantuka (Flotim), Koting, Lela, Maumere (Sikka), dan Lahurus (Belu,Timor). Sekolah resmi paling awal di wilayah Sunda Kecil (Bali-NTB-NTT) adalah di Larantuka (Postoh) didirikan pada tahun 1862 oleh Pater Caspar J.F.Franssen di mana putri raja Larantuka menjadi murid perempuan pertama. 
Sebagai putra-putri Lela dan juga alumnus SDK Lela I, patutlah kita merasa sangat bangga dan  istimewa merayakan HUT ke-125 sembari memberi flasback tentang sejarah pendidikan di Kabupaten Sikka dan Flores. Dan sungguh menjadi kebanggaan karena para misionaris menjadikan Lela sebagai pusat peradaban pendidikan saat itu. Dan "Tempora Mutantur Etnos Mutamur in Illis" harus menjadi spirit merayakan HUT ke-125 SDK Lela 1, karena berubah dalam perjalanan waktu dan kosmos melalui iman, pendidikan dan penguasaan iptek menjadikan  manusia semakin bermartabat dan berkarakter.
Kemasan Sara Sikka yang sederhana untuk spirit  ini  adalah Bisa ba'a Naha  Mole Ngaisiang. Mari menjadikan SDK Lela 1 sebagai Lepo Bisa Woga Ngaisiang  untuk anak-anak bangsa di moment bersejarah 125 tahun ini.* (Selsi).


Statistik Web