Potensi


Sub sektor tanaman bahan makanan merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian. Sub sektor ini mencakup tanaman padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kacang kedelai. Menurunnya luas panen tidak berarti turunnya jumlah produksi karena ada banyak hal yang mempengaruhi produksi selain luas panen, salah satunya adalah produktivitas. Selain itu juga disebabkan oleh angka yang disajikan masih angka sementara. 

Luas panen padi sawah pada tahun 2010 adalah 2.736 hektar, dengan produksi 8.316 ton. Hal ini menunjukkan peningkatan pada luas panen. Sementara itu jika melihat pada luas panen padi ladang, pada tahun 2010 adalah 7.016 hektar dengan produksi 14.742 ton, ini menunjukkan kecenderungan yang naik baik luas panen maupun produksi jika dibandingkan dengan tahun 2009. 
Luas panen jagung pada tahun 2010 adalah sekitar 12.958 hektar dengan total produksi 37.170 ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka terjadi kenaikan pada luas panen. Tanaman ubi kayu pada tahun yang sama mempunyai produksi sebesar 36.026 ton dengan luas panen 7.136 hektar. Terjadi kenaikan baik luas panen maupun total produksi.

Penggunaan lahan di Kabupaten Sikka baik lahan basah maupun lahan kering belum optimal. Lahan basah potensial seluas 4.227 Ha, lahan basah fungsional seluas 2.504 Ha dan lahan basah yang belum di olah seluas 1.723  Ha.
Lahan kering potensial seluas 95.637  Ha, lahan kering fungsional seluas 67.321 Ha, dan lahan kering yang belum di olah seluas 28.316  Ha.

Tanaman perkebunan meliputi tanaman kelapa, kakao, cengkeh, kopi, jambu mete, kapuk, pala, lada, vanili, pinang, tembakau dan tanaman jarak. Pada data berikut dan seterusnya di tampilkan areal penanaman dan produksi pada masing – masing tanaman.
 
Secara umum tanaman perkebunan yang paling banyak diusahakan adalah tanaman kelapa, kakao dan jambu mete, cengkeh, kemiri dngan melihat luas areal perkebunan untuk ke tiga Janis tanaman ini. Selain itu tanaman kakao dan kelapa juga merupakan produk perkebunan favorit.

Hutan di kabupaten sikka tidak terlalu luas presentasenya dibandingkan dengan areal pertanian atau perkebunan. Produk hasil hutan di Kabupaten Sikka juga masih terbatas pada beberapa jenis komoditi.
 
Usaha untuk pelestarian kawasan hutan juga terus diupayakan antara lain dengan melakukan reboisasi dan gerakan peghijauan dan penanaman kembali.
 
Luas kawasan hutan di Kabupaten Sikka sebesar 38.442,43 Ha, terdiri atas hutan produksi 7.601,20 Ha dan hutan lindung 30.972,23 Ha. 

Kabupaten Sikka memiliki potensi kelautan dan perikanan yang mempunyai prospek ekonomi yang tinggi.
 
Wilayah  Kabupaten Sikka yang luasnya 7.553,24 km², yang terdiri dari luas laut mencapai 5.821,33 Km² atau 77,07 %  merupakan perairan laut. Didalamnya terdapat 17 buah pulau dan dikelilingi garis pantai sepanjang 444,50 km.
 
Dengan kondisi fisik wilayah seperti ini maka sumberdaya kelautan dan perikanan merupakan salah satu tumpuan harapan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sikka dimasa depan, karena didalam wilayah laut dan pesisir tersebut terkandung berbagai potensi pembangunan yang besar dan beragam baik untuk penangkapan maupun budidaya ikan.
Pembangunan sektor kelautan dan perikanan selama ini telah menunjukan keberhasilan dalam peningkatan produksi, penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan nelayan, peningkatan konsumsi ikan maupun peningkatan devisa negara melalui ekspor hasil perikanan. Namun demikian sejumlah permasalahan masih harus diatasi untuk memacu dan mengembangkan sektor kelautan dan perikanan kedepan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan peningkatan pembangunan daerah.
 
Permasalahan tersebut antara lain sebagian besar nelayan dan masyarakat pesisir pantai dan pulau-pulau kecil masih hidup dibawah garis kemiskinan,  usahanya bersifat subsisten, bargaining position yang masih lemah dan belum market oriented. Struktur produksi tidak seimbang dimana sebagian besar produksi berasal dari penangkapan (budidaya laut dan tambak belum berkembang dan masih terbatas pada komoditas tertentu).
 
Ditinjau dari struktur armada penangkapan pun tidak seimbang  karena sebagian besar armada didominasi oleh sampan dayung dengan alat tangkap yang tidak produktif. Pasca panen, distribusi dan pemasaran hasil perikanan belum banyak berkembang, dimana sebagian besar produk dipasarkan secara lokal dalam bentuk segar dan jumlah yang diekspor masih terbatas pada beberapa komoditas tertentu dari hasil penangkapan.
 
Prasarana pendukung pun masih terbatas. Dipihak lain krisis ekonomi, kemiskinan menyebabkan tekanan terhadap sumberdaya perairan semakin besar sehingga mengakibatkan terjadinya degradasi fisik pada ekosistem perairan yang cukup besar dan dapat menurunkan produktivitas dan daya dukung sumberdaya perairan.
 
Tantangan lain yang dihadapi adalah sebagian besar masyarakat Kabupaten Sikka masih berorientasi ke daratan dan semangat kebaharian masih kurang. Liberalisasi perdagangan yang menyertai era globalisasi menuntut adanya efektifitas, efisiensi dan kemampuan daya saing dari produk perikanan Kabupaten Sikka. Tantangan Otonomi Daerah, dimana Pemerintah Kabupaten Sikka secara operasional bertanggung jawab atas kebijaksanaan pembangunan perikanan diwilayahnya mulai dari  tahap perencanaan  sampai dengan pelaksanaan, evaluasi dan pembinaannya.
 
Kondisi sebagian besar masyarakat nelayan yang miskin dan tradisional perlu lebih diberdayakan untuk mendukung fungsi dan peranannya sebagai subyek pembangunan kelautan dan perikanan juga merupakan tantangan yang besar. Tantangan lainnya adalah menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai sumber pertumbuhan baru bagi pembangunan perekonomian daerah.
 
Dengan posisi wilayah yang sebagian besar kepulauan, potensi kelautan di Kabupaten Sikka sesungguhnya sangat besar. Dengan memaksimalkan potensi kelautan diharapkan sumbangan sektor ini terhadap Pendapatan Regional akan semakin meningkat.

Jika di bandingkan dengan daerah lain di NTT, khususnya Pulau Timor yang terkenal sebagai produsen ternak sapi, maka Kabupaten Sikka bisa dikategorikan sebagai daerah yang produksi ternak khususnya ternak sapi yang cukup rendah.

Umumnya ternak yang dipelihara oleh penduduk adalah ternak ayam dan ternak babi dan lain-lain.

Statistik Web