PENANGGULANG AIDS ADALAH MASYARAKAT SENDIRI

Dibaca 318 kali Administrator Rabu, 24 Mei 2017 - 07:23:39 WITA Berita

Maumere .-  HIV/AIDS ini adalah penyakit yang berbasis lingkungan. Kalau disekitar lingkungan bisa dicegah maka sudah pasti penyakit itu tidak akan menjalar/menular ke mana-mana. Karena ini penyakit berbasis lingkungan maka upaya yang dilakukan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja tapi lebih dari itu harus berawal dari warga masyarakat sendiri.

Hal ini  disampaikan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera ketika membuka kegiatan Workshop Warga Peduli AIDS (WPA) Tingkat Kabupaten Sikka Tahun 2017 bertempat  di Aula Hendrik, Jalan Wairklau Kelurahan Kotauneng Kecamatan Alok Kabupaten Sikka Selasa (20/05/2017) siang.

“Atas kesadaran itulah sehingga sejak tahun 2015 saya menginstruksikan untuk mengajak warga masyarakat sekitarnya yang mempunyai keinginan untuk penanggulangan terhadap HIV/AIDS yakni dengan membentuk sebuah wadah yang namanya Warga Peduli AIDS yang bertujuan untuk menjaga, dan mencegah  menularkan penyakit ini  kepada seluruh warga masyarakat sekitarnya. Masyarakat diyakini memiliki kemampuan untuk melakukan identifikasi berbagai dan merumuskan solusi bersama untuk mengatasi masalah tersebut. Masyarakat menjadi kunci sukses dalam menanggulangan Aids baik di tingkat Kecamatan dan Desa” Tambah Ansar Rera

Kita semua berharap dari waktu ke waktu penularan penyait menular akan jauh semakin baik. Mudah-mudahan dengan niat baik ini, kita berharap perkembangan HIV/AIDS di daerah kita ini bisa dicegah secara baik. Saya pikir barangkali ini catatatn yang bisa saya sampaikan di tempat ini. Sekali lagi saya berterima kasih kepada bapak ibu yang sudah hadir dan membantu bersama-sama agar bisa mengurangi penyebaran penyakit ini. Harap Ansar.

Pengelola Logistik Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, Silvester Jompa, dalam laporan menjelaskan epedemi HIV/AIDS merupakan ancaman yang sangat serius bagi kelangsungan kehidupan masyarakat jika tidak ada upaya nyata untuk membendung laju epedemi ini.  

Laporan komulatif kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka sejak tahun 2003 ditemukan 3 kasus hingga Februari 2017 meningkat hingga 627 kasus. Dari data yang sama, terlihat infeksi HIV sudah menyerang berbagai kelompok usia dengan beragam profesi di tengah masyarakat. Mencermati fenomena ini, lebih dari 20 tahun terakhir berbagai upaya penanggulangan AIDS terus dilaksanakan oleh pemerintah daerah untuk meminimalisir dampak negative dari masalah HIV dan AIDS. Hasil evaluasi pelaksanaan respon penanggulangan AIDS memperlihatkan bahwa perlibatan masyarakat belum optimal dan masih rendahnya perlibatan masyarakat sebagai actor utama program.

Menurut Silvester salah satu program yang telah dikembangkan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sikka adalah pembentukan dan pemberdayaan Warga Peduli AIDS (WAP). Hal ini sejalan dengan instruksi Bupati Sikka Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pembentukan Warga Peduli AIDS di seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Melalui program Warga Peduli AIDS, masyarakat diharapkan bisa merumuskan langkah-langkah strategis sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat guna menekan laju epidemi HIV dan AIDS. Untuk melihat sejauh mana program WPA dilaksanakan di level Desa/Kelurahan, maka KPA Kabupaten Sikka melaksanakan Workshop Warga Peduli AIDS Tingkat Kabupaten Sikka.

Tujuan melaksanakan workshop ini lanjut Silvester  untuk mengevaluasi implementasi Program WPA di Desa/Kelurahan; mengidentifikasi capaian, kemanfaatan dan pembelajaran dari pelaksanaan WPA; membamgun sistem penanggulangan AIDS berbasis masyarakat. (selestinus)


Statistik Web