SEKDES KAGET ADA BERITA WARGA DONE KRISIS PANGAN DAN KONSUMSI UBI BERACUN

Dibaca 131 kali Administrator Jumat, 11 September 2020 - 14:08:50 WITA Berita

Magepanda,_ Sekertaris Desa Done Kecamatan Megepanda, Adrianus Dala mengaku kaget dengan adanya pemberitaan disejumlah media kalau ada 27 KK di Desa Done terpaksa mengkonsumsi Umbi Beracun atau bahasa setempat disebut Ondo karena kehabisan pangan. 

Adrianus yang dikonfirmasi di Kantor Desa Done, Jumat (11/09/2020), juga membantah pemberitaan yang dilansir sejumlah media tersebut. Sekdes Done menjelaskan bahwa pengolahan Ondo merupakan warisan dari leluhur yang diolah sebagai makanan ringan.

"Pengolahan Ondo sebagai makanan ringan ini merupakan warisan leluhur. Jadi tidak benar Ondo dikonsumsi warga karena kehabisan ketersediaan makan. Ondo adalah tanaman musiman, yang tumbuh menjelang musim hujan di bulan September hingga awal November ” demikian Adrianus Dala.

Menurut Warga Dusun Ladu Bewa, Desa Done, Theresia Sela dan Sisilia Laju yang dikonfirmasi di kediaman​ Sisilia Laju juga mengaku kaget dan heran menjadi viral di media karena mengkonsumsi Ondo.

Menurut Theresia Sela mengkonsumsi olahan Ondo hanya beberapa kali saja sebulan terakhir. Jadi tidak benar kalau sudah satu bulan kami mengkonsumsi Ondo seperti yang di beritakan.

"kami makan ondo ini karena senang mau makan, bukan karena beras habis. Saya kaget kalau saya punya foto ada di berita" demikian Theresia Sela.

Saat ditemui, Theresia Sela dan Sisilia Laju didampingi Kepala Dusun Ladu Bewa Yohanis Nasi.

Sementara Sisilia Laju membenarkan mendapat bantuan beras dari Wahana Tani Mandiri (WTM) Sikka.

Sisilia juga menjelaskan bahwa olahan umbi beracun atau Ondo ini hanya di konsumsi pada pagi hari sebagai sarapan ringan sebelum berangkat bekerja di ladang atau kebun. (djo/obed)

 

Theresia Sela                                   Sisilia Laju

 

 


Statistik Web