SIKKA BELUM MILIKI TEMPAT PENAMPUNGAN ODGJ

Dibaca 107 kali Administrator Kamis, 08 November 2018 - 09:13:38 WITA Berita

Maumere,- Untuk Kabupaten Sikka sendiri belum memiliki tempat penampungan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), mengingat banyak ODGJ yang terlantas di jalanan dan sangat membutuhkan perhatian dan penanganan serius.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Nenu, dalam laporan saat pembukaan Seminar / Sosialisasi Masalah Kesehatan Jiwa Masyarakat Gangguan Depresi dan Pencegahan Pemasungan, di Aula St. Camillus Social Centre, Misir Maumere, Rabu (07/11/2018) pagi.

Lebih lanjut, Bernadina juga menjelaskan bahwa untuk penanganan kesehatan pada ODGJ dibutuhkan tenaga dan fasilitas yang memadai. Hingga saat ini baru ada tenaga terlatih kesehatan jiwa sebanyak 7 orang dokter dan 5 orang perawat  dan juga kondisi persediaan obat program untuk kesehatan jiwa masih sangat terbatas.

“Banyak permasalahan kesehatan jiwa di masyarakat yang tidak tertangani semestinya. Orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih ada yang belum terdeteksi/tercatat/terlaporkan. Berbagai upaya perlu dilakukan dalam bidang kesehatan jiwa yang meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara terintegrasi komprehensif dan berkesinambungan sepanjang siklus hidup manusia” demikian Bernadina.

Upaya kesehatan jiwa dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, fasilitas pelayanan, lembaga keagamaan, lembaga pemasyarakatan serta melibatkan berbagai sumber daya yang ada di masyarakat. Lanjut Bernadina.

Pemasungan ODGJ terjadi karena ketidaktahuan pihak keluarga dalam penanganan, rasa malu, penyakit yang tidak kunjung sembuh, tidak ada biaya pengobatan, mengamankan lingkungan dan stigma.

Untuk mendukung pelaksanaan Kesehatan Jiwa 2018, Dinas Kesehatan telah melakukan pelatihan asuhan kesehatan jiwa bagi dokter dan perawat sebanyak 12 orang. Dan pada periode Januari sampai Juli 2017  diberikan sosialisasi dan pertemuan teknis tentang keswa di 23 puskesmas.

Dalam rangka memperingati hari kesehatan nasional ke 54 tahun 2018 dengan tema aku cinta sehat dan sub tema ayo hidup sehat mulai dari kita maka dipandang perlu melaksanakan kegiatan seminar dan sosialisasi jiwa tentang depresi dan pencegahan pemasungan.

Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan seminar mengatakan bahwa Kesehatan Jiwa merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor.18 Tahun 2014 Pasal 1 menyatakan bahwa kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan/stress, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

“tenaga kesehatan terutama yang menangani masalah kesehatan jiwa supaya bekerja dengan penuh keyakinan sehingga pasien bisa sehat. Dan layani pasien dengan baik, ramah dan senyum. Mengingat untuk mengubah dunia tidak saja diperlukan kesehatan fisik tapi juga kesehatan jiwa” demikian Romanus Woga.

Narasumber pada seminar ini dr. Maria Bernadina Sada Nenu MPh dengan materi Kebijakan Kesehatan Jiwa, dr. Fatimah M. Biomed Sp.KJ dengan materi Kesehatan Jiwa dalam Praktek Sehari – hari, Pater Even Saur SVD dengan materi Testimoni Pendekatan Sosial Kemanusiaan Terhadap ODGJ dan Pater Alfons Oles, MI. dengan materi Peran Gereja Tentang Kesehatan Jiwa.

Kegiatan seminar ini dilaksanakan jelang peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 pada 12 November 2018 yang puncaknya akan dilaksanakan di Kecamatan Waigete. Dan mengangkat thema Aku Cinta Sehat, dengan sub thema Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita.

Di Kabupaten Sikka orang dengan masalah kejiwaan Laki ` laki sebanyak 327 orang dan Perempuan 255 orang, total keseluruhan ada 582 orang dan sedang mendapat penanganan dan pelayanan kesehatan dari  Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Sementara hasil penjaringan di 25 Puskesmas tahun 2017 sampai 2018 terjaring ada 612 orang dengan gangguan jiwa. Yang dipasung ada 49 orang dan telah bebas pasung sebanyak 29 orang. Dari 29 ODGJ 11 orang tinggal bersama keluaga dan 18 ODGJ mendapat bantuan rumah bebas pasung dari Ordo St Camillus Maumere.

Hadir pada seminari ini Para Camat, Kepala Puskesmas se Kabupaten Sikka, Pengelola Kesehatan Jiwa, Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) serta undangan lainnya.


Statistik Web