SANGGAR LURUN BLUTUK LERO BEKOR HADIR MENJAGA WARISAN BUDAYA SIKKA

Dibaca 19 kali Administrator Senin, 10 September 2018 - 15:14:23 WITA Berita

Maumere,- Sanggar Lurun Blutuk Lero Bekor dan Tenun Ikat Mawarane  diresmikan oleh kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Drs. Kensius Didimus, Jumat (07/09/18).

Ratusan warga Dusun Rana ikut memeriahkan Prosesi Peresmian Sanggar dengan menjemput tamu undangan, diiringi dengan tarian Adat Togo oleh anak-anak yang berusia dibawa 15 tahun binaan sanggar Lurun Blutuk Lero Bekor.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Drs. Kensius Didimus saat kula babong atau diskusi bersama, mengharapkan agar sanggar Lurun Blutuk Lero Bekor yang diresmikan ini tetap ada dan semakin maju dan berkembang dalam rangka mendukung Pariwisata di Kabupaten Sikka.

Kepada penenun Sarung harap agar mempertahankan Mutu, Motif, Warna serta harga Sarung itu sendiri.

Sarung adalah peradaban budaya kita masyarakat Kabupaten Sikka mari kita sama - sama pertahankan.

Hal ini menunjukan harkat dan martabat kita orang Maumere, Sambil disuguhi Pangan Lokal, Kula babong atau diskusi bersama dengan penuh kekeluargaan.

Ketua Badan Promosi Pariwisata daerah Kabupaten Sikka Heribertus Ajo angkat bicara agar pengelola dan penenun pertahankan keaslian dari produk sarung dan jaga kehormonisan antara warga dan pengunjung serta cara pelayananya.

Konradus Rindu ketua Asita Kabupaten Sikka mengharapkan keberadaan sanggar Lurun Blutuk Lero Bekor saatnya harus bangkit dan terus jaya selamanya.

Dus menceritakan dekade 90-an dirinya bersama rekan seprofesi perna membawa 20-an tamu yang datang dari berbagai Negara menggunakan kapal laut bersandar di pelabuhan Lorens Say.

Kala itu situasinya jauh berbeda penuh keheningan tanpa fasilitas yang lengkap tanpa jalan yang permanen namun pendiri-pendiri sanggar saat itu tetap mempunyai semangat berjuang dengan berbagai cara agar  sanggar ini tetap eksis.

Pria yang melalang melintang di dunia perjalanan wisata ini mengharapkan agar pelaku sanggar fokus pada apa yang menjadi motivasi besama yaitu menjaga melindungi budaya, serta benahi beberapa fasilitas pendukung lainya bagi pengunjung seperti tempat parkir, arena pentas, dan penambahan Home Stay yang saat ini baru satu.

Tidak kalah, Ignasius Kasar ketua HPI Cabang Sikka meminta agar masyarakat dan pelaku sanggar  menjaga kenyamanan, ketentraman, kejujuran serta kebersihan lingkungan sekitar halaman rumah yang nantinya akan dilalui para tamu,terutama lokasi Home Stay dan Sanggar.

Penggagas sangar sekaligus sebagai ketua sanggar Markus Kustandi Lerang pada kesempatan itu merasa bangga bercampur senang dapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sikka.

Dikisahkan kus, sapaan akrabnya sehari - hari dirinya merasa sebagai anak muda generasi penerus dari pendiri sanggar  terpanggil kembali untuk kembali menghidupkan sanggar pertama ini di Kabupaten Sikka yang sudah puluhan tahun mati suri.

Ini satu kebanggan besar dari kami warga Dusun Rana terutama secara pribadi, bahwa kami siap untuk menjaga, memelihara  budaya Kabupaten Sikka khususnya sarung dengan keaslianya karena dalam sarung itu ada berbagai macam arti yang merupakan nilai dari harkat dan martabat orang Sikka.

“ Kedepanya kami akan pelan - pelan membenahi berbagai kekurangan yang ada sesuai usul dan saran masukan dalam kula babong,” ucap kustani.

Sanggar Lurun Blutuk Lero Bekor hadir dengan keunikan dari sanggar - sanggar yang ada di Kabupaten Sikka dimana lokasinya sangat tenang, diapit oleh bukit serta dusun yang sunyi, berada di pedalaman desa dan perkebunan warga dengan suasana yang asri natural hening terdengar berbagai macam kicauan burung liar dan dapat menghirup udara yang segar.

Yang lebih unik dari sanggar ini adalah para penari anak-anak dari Dusun asal yang lincah menggerakan tarian Adat serta syair - syair pantun Lokal.

Tak hanya itu pengunjung juga dapat melihat langsung dari dekat proses pembuatan tenun ikat khas Mawarane. (Arnoldus Laka Welin)

 


Statistik Web