DI SIKKA HIV/AIDS, 673 KASUS

Dibaca 23 kali Administrator Kamis, 30 November 2017 - 07:35:58 WITA Berita

Maumere.- Upaya kita memerangi penyakit HIV/AIDS yang menjadi fenomena gunung es meskipun angka yang terdekteksi di tahun 2017 sudah 673 kasus, ada beberapa informasi yang secara tidak sengaja di insitusi tertentu dilakukan pemeriksaan darah memang kedapatan dan itupun secara rahasia diberikan kepada pimpinan dalam kaitan dengan itu, ini adalah wujud kepedulian kita bersama untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam hal ini soal kesehatan, dan di misi ketiga memang ada penyakit yang kita ikuti baik secara epidemic maupun non epidemic yang tertular maupun tidak tertular, oleh karena itu tidak bisa kita bekerja sendiri tanpa keterlibatan banyak pihak mulai dari perilaku bermasalah dan juga soal kebijakan dari pemerintah.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar dalam Pertemuan Pengurus Harian Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Kabupaten Sikka di ruang kerja Wakil Bupati Sikka Jalan Ahmad Yanni, Maumere, Rabu (29/11/17) pagi tadi.

Dikatakannya penanganan HIV/AIDS harus dilaksanakan lintas sektoral dalam hal ini Pemerintah sebagai regulator yaitu lewat sektor kegiatan di bidang kesehatan didukung oleh sektor lain antara lain dari Dinas Sosial, Nakertrans dan juga dari bagian Kesra dan sekarang dari lemabaga yang sangat strategis yaitu TRUK – F berusaha untuk memerangi HIV/AIDS.

“ Sekarang kita di Sikka khususnya dengan KPAD kita mengajak teman – teman ODHA yang adalah orang terdepan untuk membagikan kisah mereka, sehingga kita menggempur persoalan AIDS ini tidak dalam soal perilaku seks bebas tetapi juga factor – factor lain yang ikut berkontribusi di dalamnya terutama sekarang soal perdagangan manusia ini yang sekarang TRUK – F sangat gencar untuk membantu bahkan mengadvokasi dan juga didukung dengan program – program kita untuk pembainaan dan lainnya,” ungkap Paolus.

Disamping itu tentu selama ini kita sudah mendapatkan beberapa keberhasilan kecil tetapi masih banyak kekurangan disana – sini, pertemuan koordinasi ini menjadi salah satu upaya kita bersama untuk membangun kolarasi dan sinergisitas yang lebih efisien dan efektif kedepannya.

Sementara itu Sekretaris KPAD Kabupaten Sikka Yohanes Siga juga menyampaikan Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi NTT bekerja sama dengan gereja – gereja di wilayah Pantura Kabupaten Sikka menggelar pelatihan kepada tokoh – tokoh agama dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS.

“ Baru – baru ini KPA Proivinsi NTT bekerja sama dengan gereja di wilayah Pantura Sikka menggelar pelatihan pencegahan HIV/AIDS kepada tokoh – tokoh agama, ini bukti kerja sama lintas sektoral dalam rangka memerangi virus yang mematikan ini,” kata Siga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Drg. Harlin Hutauruk, Msi. Dalam presentasinya menyampaikan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sikka meningkat dari tahun ke tahun dari tahun 2003 s/d September 2017 dan terjadi sebanyak 673 kasus HIV/AIDS.

“ Hasil pemeriksaan klinik VCT di rumah Sakit Dr. Tc. Hillers Maumere di tahun 2017 ada 350 orang yang melakukan pemeriksaan dan hasilnya 77 orang positif mengidap HIV dan ibu hamil pemeriksaan dari bulan Januari s/d September 2017 ada 5 orang positif mengidap HIV,” papar Harlin.

Disamping itu data kumulatif dari tahun 2003 s/d September 2017 sebanyak 673 kasus dan di tahun 2017 ada 77 kasus terdeteksi, kondisi yang ditemukan di lapangan 68 % orang sudah dengan AIDS dan 32 % mengidap HIV.

“ Trend penemuan dari tahun ke tahun semakin meningkat dan menyerang golongan umur produktif berkisar 75 % (usia 25 – 49 tahun) dan Kecamatan yang paling banyak kasus HIN/AIDS ini adalah Kecamatan Alok disusul Kecamatan Alok Timur, Alok Barat, Nita, Paga, Kangae Bola, Mapitara, Doreng dan lain – lain, artinya penyebaran virus mematikan ini sudah merata di tiap kecamatan, “ jelas Harlin.

Harlin juga menambahkan strategi yang dilakukan saat ini adalah menambahkan klinik VCT dan CST di tahun 2017 yakni di Puskesmas Beru, Kopeta, Wolomarang dan Rs. St. Elisabeth Lela serta Puskesmas Waipare untuk CST, Instruksi Bupati Sikka Nomor 4 tahun 2015 tentang pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA), Desa menyiapkan Dana untuk penanggulangan AIDS, penemuan kasus secara dini dengan Mobile VCT dan Sero survey, semua Puskesmas melakukan TIPK/PITC, peningkatan Kapasitas bagi pendamping Desa, peran aktif praktek dokter mandiri dan apotek dan mengupayakan ODHA agar memiliki kartu jaminan kesehatan (Jamkesda).

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dr. Maria Bernadina Sadanenu, M.Kes Kepala Bagian Kesra Kabupaten Sikka Paskalia Sadipun, Suster Estokia dari TRUK – F, Yakesra Maumere, Perwakilan ODHA serta perwakilan Badan / Dinas Lintas Sektor lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka. (jonathan).


Statistik Web