RENCANAKAN PEMBANGUNAN, PEMDA LIBATKAN MASYARAKAT

Dibaca 40 kali Administrator Kamis, 23 November 2017 - 07:15:24 WITA Berita

Maumere.- Pembangunan berwawasan Kependudukan menekankan pada pembangunan local, perencanaan berasal dari bawah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat local dan lebih penting adalah melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan sehingga diharapkan penduduk dapat lebih menikmati hasil pembangunan.

Hal ini disampaikan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera saat membuka dengan resmi kagiatan Fasilitasi Teknis Penyusunan Profil dan Proyeksi Kependudukan Kabupaten Sikka di aula Hotel Sylvia Maumere, Rabu (22/11/17) baru lalu.

Ansar Rera juga menyampaikan bahwa Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan terencana disegala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengurangi kemampuan dan kebutuhan generasi mendatang.

“ Artinya penduduk tidak hanya diperlakukan sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek pembangunan sehingga diperlukan upaya pemberdayaan untuk menyadarkan hak penduduk dan meningkatkan kapasitas penduduk dalam pembangunan,” papar Ansar.

Rapat teknis ini digelar sejalan dengan upaya BKKBN dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data dan informasi karena data mempunyai peran yang sangat strategis dalam proses perumusan kebijakan dan perencanaan operasional program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) mulai tingkat pusat hingga lini lapangan.

Terkait pembangunan kependudukan demikian lanjut Ansar, ada 4 hal penting yang menjadi perhatian yaitu kuantitas yang harus dikendalikan, kualitas yang harus ditingkatkan, mobilitas yang harus diarahkan dan data Kependudukan yang harus akurat.

“ Kebijakan yang paling menonjol adalah pengelolaan kuntitas penduduk melalui pengaturan kehamilan dan kelahiran dan penurunan angka kematian sedangkan peningkatan kualitas penduduk melalui program kesehatan dan pendidikan, pada pengarahan mobilitas penduduk utamanya melalui program transmigrasi dan pembangunan wilayah sekaligus penyempurnaan system informasi penduduk juga menjadi focus kebijakan kependudukan. keempat hal ini harus bergerak serempak, simultan dan saling melengakapi,” terang Ansar.

Permasalahan kependudukan seperti laju pertumbuhan yang tinggi, persebaran yang tidak merata dan kualitas SDM yang relatif rendah membutuhkan komitmen bersama tentang pembangunan kependudukan yang dilakukan secara integrasi, menggunakan system informasi terkini, dan kerja sama antar tingkatan pemerintahan serta dukungan mitra kerja.

Ini berarti kehadiran program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga mempunyai peranan sangat penting dalam rangka meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. luas cakupan masalah kependudukan menyebabkan pembangunan kependudukan harus dilakukan secara lintas sektoral dan lintas bidang sehingga dibutuhkan koordinasi dan pemahaman mengenai konsep perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga secara tepat.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKN Provinsi NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Esy malelak menyampaikan tingkat kelahiran di Propinsi NTT pada tahun 2012 sudah sangat menurun menjadi 3,3 % dan untuk Kabutupaten Sikka masih di bawah rata – rata Propinsi NTT.

“ Jadi Sikka terbaik ke tiga dalam pengendalian angka kelahiran di Wilayah NTT dan kita juga bersyukur Koalisi Kependudukan di Kabupaten Sikka sudah dibentuk,” papar Esy.

Esy berharap adanya koordinasi lintas sektoral antara pemerintah, masyarakat dan Kolaisi kependudukan dalam mengatasi masalah kependudukan di wilayah masing – masing. Kepala Seksi Parameter Kependudukan BKKBN Provinsi NTT Otwi Wendoe dalam laporan panitia menyampaikan secara impilisit tampak bahwa keseluruhan kegiatan pembangunan yang dirancang dan dilaksanakan di Indonesia sangat berkaitan dengan data kependudukan, hal ini sejalan dengan pemikiran konsep pembangunan berwawasan kependudukan yang menekankan pembangunan direncanakan dan dilaksnakan oleh penduduk dan hasil – hasil pembangunan juga dinikmati oleh penduduk.

Ia juga menambahkan hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat menghasilkan suatu kesepakatan dan pedoman teknis dalam penyusunan profil dan proyeksi kependudukan di Kabupaten Sikka.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Kolaisi Kependudukan Propinsi NTT Prof. Dr. IGB. Arjana, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Constantinus Tupen, SH., para Pimpinan OPD dan staf lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka (jonathan)


Statistik Web